Kasus Penganiayaan Yang Dilakukan KR Rani Cs Kepada Aboi Gelar Sidang Perdana

MEBIDANGNEWS.COM/BINJAI
Sidang perdana terkait tindak pidana pengeroyokan terhadap Madia Lagan alias Aboi yang dilakukan oleh KR Rajati,KR Rani,Mukhlis  digelar di Pengadilan Negeri Binjai, Kecamatan Binjai Barat, Kamis (12/12/2019).

Sidang ini terkait pemeriksaan korban dan terdakwa guna dimintai keterangan. Dalam sidang pertama ini dihadirkan Madia Lagan alias Aboy (52) selaku korban dan terdakwa atas nama  KR Rajati (27), KR Rani (28) dan Mukhlis (27). Sidang ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Dedy SH.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Binjai Benny Avalona Surbakti membacakan dakwaannya, Ketua Majelis Hakim Dedy SH pun memintai keterangan dari  korban Madia Lagan terkait kronologis pengeroyakan yang dialaminya.

Dari keterangan korban saat dihadirkan dalam persidangan mengatakan bahwa pengeroyokan tersebut dilakukan para tersangka karena terkait kasus utang piutang, Saat terjadi pengeroyokan ini berawal saat tersangka yang bernama KR Rani meludahi korban disaat berselisih jalan di depan tempat jualan korban,tidak senang di ludahi korban langsung membalas dengan meludahi kembali sehingga terjadi keributan,Saat kejadian itu para kerabat tersangka yang berjumlah 3 orang pun langsung datang mengeroyok memukul korban di tempat jualannya yang kebetulan saling berhadapan.

Sebelum sidang perdana kasus tindak pidana dugaan pengeroyokan itu ditutup oleh Ketua Majelis Hakim, penasehat hukum dari pihak KR Rani cs  mengajukan berkas penangguhan penahanan terhadap KR Rani (28), KR Rajati (27), Mukhlis (27) serta saksi korban Madia Lagan.
Ketua Majelis Hakim Dedy SH,  mengatakan bahwa pengajuan ini akan dipelajari terlebih dahulu.
Untuk diketahui, kejadian penganiayaan ini di lakukan para terdakwa  tersebut dikedai (kios jualan) korban madya lagan alias aboi di Pasar Tavip terjadi tanggal 27 Juni 2019 pukul 5 pagi. Berdasarkan bukti visum si RSU Julham, korban kekerasan ( Madia Lagan alias Aboi) mengalami luka di areal wajah, tangan dan telinga. Korban langsung melaporkan ke Polres Binjai pukul 10.00 WIB dihari yang sama.

Tuntutan JPU dalam perkara ini adalah pasal 170 KUHP tentang penggunaan kekerasan secara bersama-sama.Sidang ini ditunda dan akan dilanjutkan kembali pada tanggal 16 desember 2019. Pada sidang selanjutnya, para saksi akan dimintai keterangan.(M4)